Sabtu, 20 November 2010

Filled Under:

minder

Share

lihat temen - temenku
aku jadi minder
bukan karena penampilan mereka
tapi minder atas "apa yang telah mereka berikan untuk orang yang mereka sayangi[keluarga]"
ya minimal apa yang uda mereka berikan untuk keluarganya..

mereka yang lulus bersamaan denganku saat sma..
kini beberapa dari mereka sudah ada yang bekerja
meskipun mereka tidak menngecap bangku perkuliahan, tapi ada beberapa yang kuliah sambil bekerja
subhanallah gumamku
disaat aku masih meminta uang kepada orangtuaku untuk biaya ini itu..
mereka sudah dapat membiayai kehidupannya sendiri dan bahkan membiayai keluarga mereka
saking wah'nya bahkan ada yang sudah mempersiapkan untuk menikah..

gimana dengan aku?
kuliah kadang masih setengah - setengah
namanya juga mahasiswa baru, yang masih "kepengen" nyicipin organisasi di kampus
alhasil, ketika lagi buruk2nya di organisasi, imbasnya ke kuliah saya
kecapean rapat, ujung2nya tidur
kapan saya belajar??

aku minder
ya..
kuakui kali ini aku minder sama temenku
mereka sudah bisa memberikan sesuatu untuk keluarga mereka
sedangkan aku??
hanya bisa meminta dan terus meminta..
kapan aku akan memberi??
sedikit - sedikit meminta..
kasihan sama mama papaku..
yang uda keluar uang banyak2.. tapi ga ada yang bisa aku berikan untuk buat mereka bangga..

aku ingin bisa membuat mereka bangga
dengan jerih payahku
dengan keringatku
agar semua pengorbanan mereka tak jadi sia sia
sedih rasanya kalau hanya bisa jadi "benalu"
yang menumpang hidup pada inangnya, tanpa memberikan keuntungan apa2..
"merugikan"itu kan sifat benalu

ingin menangis kalau ingat semuanya..
apalagi ingat betapa jahanamnya diriku yang hanya bisa meminta tanpa tahu bagaimana caranya memberi..

ASTAGHFIRULLAHALAZIM
maafkan aku Ya Allah..
maafkan aku mama, papa
aku masih belum bisa memberikan apa - apa untuk kalian..
hiks..
T_T
tapi aku janji
gak akan mengecewakan kalian..

INSYAALLAH..


=======================
berusaha untuk menjadi orang yang berguna

9 comments:

  1. Muhammad Insan Kamil20 November 2010 13.38

    hebat..

    BalasHapus
  2. Muhammad Insan Kamil20 November 2010 13.48

    klo boleh kasi masukan..
    pemahaman "minder" nya masih terlalu sempit..
    terlalu banyak perasaan yang dipakai dlm artikel ini..
    artikelnya cuma satu sudut pandang saja..
    baik dari topik yang dibicarakan atau solusinya..
    intinya, kurang komprehensif..
    tapi cukup "nyentil"..
    tetep semangat dan saling mengoreksi diri masing2..

    hapus komen ini klo tidak berkenan..
    hehe..

    selamat siang!!!

    BalasHapus
  3. Muhammad Insan Kamil20 November 2010 13.51

    oiya,, mungkin bagusnya judulna "Aku Harus Bisa Mandiri"..
    supaya bisa timbul sense positif...

    bicara2..
    perempuan yang kamu lirik cantik juga..
    hehe..

    Hapus juga jiga tidak berkenan..

    Selamat Siang!!!

    BalasHapus
  4. Muhammad Insan Kamil20 November 2010 14.02

    sekali lagi ahh..

    orang tua tidak akan menghitung-hitung apa yang dia berikan selama ini..
    bahkan, jika kita pilih untuk bunuh mereka pun, pasti mereka akan menerima..
    kecuali orang tua berparadigma kapitalisme..

    pemikiran seperti yg ad di artikel ini sudah fitrah pada tiap individu..
    tapi perlu ada "revisi" supaya hal tersebut jadi "Gold" tersendiri..

    dan pemahamanlah yang membuat batu itu adalah uang..

    jadi,,

    Selamat Siang!!!

    hehe..

    hapus juga klo tidak berkenan.. : )

    BalasHapus
  5. syukran kak..
    saya bingung mau komen apa..
    but, thanks to open my blog..

    BalasHapus
  6. eh iya kok ada foto teteh jadi profic blog yah...
    kapan dape tfotonya..

    waah bgus2 nih... kembangkan tulisanya...

    semoga bisa menjadi penulis yang hebat.. amin...

    BalasHapus
  7. hhehehe
    syukran t'zah..
    upss anonim..
    hhehehe

    aku dapet dari rakha..
    kemarin ambil di fb dya

    BalasHapus

Komentarnya yaa teman - teman