Selasa, 07 Juni 2011

Filled Under: ,

Upacara pernikahan [adat banjar]

Share
Assalamu'alaikum,..
kembali lagi dengan bahasan yang bikin bosen..
Upacara Pernikahan [kesekian kalinya] tapi kali ini episode adat banjar.. *pesanan kak *SENSOR* ini.. hehehe #priskitiuuwww
okelah..daripada lama - lama..

----
diawali dengan yang namanya "Basasuluh"
Seorang laki-laki yang akan dikawinkan biasanya tidak langsung dikawinkan, tetapi dicarikan calon gadis yang sesuai dengan sang anak maupun pihak keluarga. Hal ini dilakukan tentu sudah ada pertimbangan-pertimbangan, atau yang sering dikatakan orang dinilai “bibit-bebet-bobot”nya * kayak orang jawa yaa?? terlebih dahulu. Setelah ditemukan calon yang tepat segera dicari tahu apakah gadis tersebut sudah ada yang menyunting atau belum. Kegiatan ini dalam istilah bahasa Banjar disebut dengan BASASULUH.
habis yang namanya basasuluh, masuk ke "Batatakun" atau melamar
Setelah diyakini bahwa tidak ada yang meminang gadis yang telah dipilih maka dikirimlah utusan dari pihak lelaki untuk melamar, utusan ini harus pandai bersilat lidah sehingga lamaran yang diajukan dapat diterima oleh pihak si gadis. Jika lamaran tersebut diterima maka kedua pihak kemudian berembuk tentang hari pertemuan selanjutnya yaitu Bapapayuan atau Bapatut Jujuran.
Bapapayuan atau Bapatut Jujuran.
Kegiatan selanjutnya setelah melamar adalah membicarakan tentang masalah kawin. Pihak lelaki kembali mengirimkan utusan, tugas utusan ini adalah berusaha agar masalah kawin yang diminta keluarga si gadis tidak melebihi kesanggupan pihak lelaki. *gak kok.. saya biasa aja mintanya.. standar aja

Untuk dapat menghadapi utusan dari pihak keluarga lelaki, terutama dalam hal bersilat lidah, maka pihak keluarga sang gadis itu pun meminta kepada keluarga atau tetangga dan kenalan lainnya, yang juga memang ahli dalam bertutur kata dan bersilat lidah.

Jika sudah tercapai kesepakatan tentang masalah kawin tersebut. Maka kemudian ditentukan pula pertemuan selanjutnya yaitu Maatar Jujuran atau Maatar Patalian.
Maatar Jujuran atau Maatar Patalian.
Merupakan kegiatan mengantar masalah kawin kepada pihak si gadis yang maksudnya sebagai tanda pengikat. Juga sebagai pertanda bahwa perkawinan akan dilaksanakan oleh kedua belah pihak. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh para ibu, baik dari keluarga maupun tetangga. Apabila acara Maatar Jujuran ini telah selesai maka kemudian dibicarakan lagi tentang hari pernikahan dan perkawinan.

Bakakawinan atau Pelaksanaan Upacara Perkawinan .
Sebelum hari pernikahan atau perkawinan, mempelai wanita mengadakan persiapan, antara lain:
a. Bapingit dan Bakasai.
Bagi calon mempelai wanita yang akan memasuki ambang pernikahan dan perkawinan, dia tidak bisa lagi bebas seperti biasanya, hal ini dimaksudkan untuk menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan (Bapingit). *kayaknya ini kayak adat pingit di jawa yaa??
Dalam keadaan Bapingit ini biasanya digunakan untuk merawat diri yang disebut dengan Bakasai dengan tujuan untuk membersihkan dan merawat diri agar tubuh menjadi bersih dan muka bercahaya atau berseri waktu disandingkan di pelaminan.

b. Batimung.
Hal yang biasanya sangat mengganggu pada hari pernikahan adalah banyaknya keringat yang keluar. Hal ini tentunya sangat mengganggu khususnya pengantin wanita, keringat akan merusak bedak dan dapat membasahi pakaian pengantin. Untuk mencegah hal tersebut terjadi maka ditempuh cara yang disebut Batimung. Setelah Batimung badan calon pengantin menjadi harum karena mendapat pengaruh dari uap jerangan Batimung tadi.

c. Badudus atau Bapapai.
Mandi Badudus atau bapapai adalah uapacara yang dilaksanakan sebagai proses peralihan antar masa remaja dengan masa dewasa dan juga merupakan sebagai penghalat atau penangkal dari perbuatan-perbuatan jahat. Upacara ini dilakukan pada waktu sore atau malam hari. Upacara ini dilaksanakan tiga atau dua hari sebelum upacara perkawinan.
d. Perkawinan (Pelaksanaan Perkawinan)
Upacara ini merupakan penobatan calon pengantin untuk memasuki gerbang perkawinan. Pemilihan hari dan tanggal perkawinan disesuaikan dengan bulan Arab atau bulan Hijriah yang baik. Biasanya pelaksanaan upacara perkawinan tidak melewati bulan purnama.

Naaahhhh.. selama perkawinan.. ini nih acara - acaranya..
1). Badua Salamat Pengantin.
Hal ini ditujukan untuk keselamatan pengantin dan seluruh keluarga yang melaksanakan upacara perkawinan itu. Dalam hal ini pembacaan doa-doa dipimpin oleh Penghulu atau Ulama terkemuka di kampung tersebut. Selesai prosesi tersebut para undangan dipersilahkan menikmati hidangan yang telah disediakan. Hal ini berlangsung hingga acara Maarak Pengantin.

2). Bahias atau Merias Pengantin.

Sekitar jam 10 pagi, tukang rias sudah datang ke rumah mempelai wanita untuk merias. Kegiatan ini meliputi tata rias muka, rambut dan pakian, serta kelengkapan lainnya seperti Palimbayan dan lainnya. Bagi pengantin pria, bahias ini dilakukan setelah sholat Zuhur.

3). Maarak Pengantin.
Apabila pihak pengantin sudah siap berpakaian, maka segera dikirim utusan kepada pihak pria bahwa mempelai wanita sudah menunggu kedatangan mempelai pria. Maka kemudian diadakanlah upacara Maarak Pengantin. Pada waktu maarak pengantin biasanya diiringi dengan kesenian Sinoman Hadrah atau Kuda Gepang. Pihak wanita juga mengadakan hal yang sama untuk menyambut mempelai pria juga untuk menghibur para undangan.
4). Batatai atau Basanding.
Kedatangan pengantin pria disambut dengan Salawat Nabi dan ketika Salawat itu dikumandangkan pengantin wanita keluar dari dinding kurung untuk menyambut pengantin pria. Di muka pintu, pengantin pria disambut oleh pengantin wanita, untuk beberapa saat mereka bersanding di muka pintu, kemudian mereka di bawa ke Balai Warti untuk bersanding secara resmi.

Apabila telah cukup waktu bersanding, kedua mempelai diturunkan dari Balai Warti untuk kemudian dinaikkan keusungan atau dinamakan Usung Jinggung, yang diiringi kesenian Kuda Gepang. Setelah di Usung Jinggung kedua mempelai disandingkan di petataian pengantin yang disebut Geta Kencana. Kemudian dilanjutkan dengan sujud kepada orang tua pengantin wanita dan para hadirin serta memakan nasi pendapatan (Badadapatan). Setelah itu kedua pengantin berganti pakaian untuk istirahat.
e. Bajajagaan Pengantin
Pada malam hari pertama sampai ketiga sejak hari perkawinan, biasanya diadakan acara Bajajagaan atau menjagai pengantin, yang isinya dengan pertunjukan kesenian, seperti Bahadrah atau Barudat (Rudat Hadrah), Bawayang Kulit (Wayang Kulit), Bawayang Gong (Wayang Orang), Mamanda dan sebagainya.

f. Sujud
Tiga hari sesudah upacara perkawinan, kedua mempelai kemuadian di bawa ke rumah orang tua pengantin pria untuk sujud kepada orang tua pengantin pria. Malam harinya juga diadakan acara menjagai pengantin dengan maksud untuk menghibur kedua mempelai yang sedang berkasih mesra itu.

Keesokan harinya mereka dibawa lagi ke rumah mempelai wanita untuk selanjutnya tinggal di tempat mempelai wanita bersama orang tua mempelai wanita untuk mengatur kehidupan berumah tangga. Apabila telah mampu untuk mencari nafkah sendiri barulah berpisah dalam artian berpisah dalam hal makan saja, namun tetap tinggal bersama orang tua mempelai wanita.

huuufuffffttttttt...
akhirnya selesai juga..
have a nice day readers sayang..

*unconditionally love
-nfk

12 comments:

  1. Waduh... Dicantumin... nama ku... tar ada yang exist... hehe..

    Tapi makasih yo de...

    Hatur thank you pisan lah... Semangat...

    BalasHapus
  2. aku ganti kok kak namanya... aku ganti jadi *SENSOR*
    hahahaha

    siiippp sama2..
    sering2 aja mampir ke blog aku.. ^_^

    BalasHapus
  3. jiah.. gak jadi arti tekenal di google dah....

    Gak pp seh nyantumin juga..

    Biar nanti kalo ada yang searching di google " Siapa artis yang paling ganteng"

    Jawabannya bukan saya... wkwkwk..

    Klo searching gambar pake " nama diatas" pasti keluar orang ganteng... " Logat medan dan logat TB... jadi tukang jualan genteng...

    BalasHapus
  4. hahahaha..
    nanti berabe..
    soalnya yang baca blog saya kan orang - orang penting gituuu... *sombong
    hahahhaa

    oooo... gitu kak.. apa hubungannya sama jualan genteng??
    *hahaha

    BalasHapus
  5. yang bacanya pasti mang udin paling.. hehehe//

    akh pura-pura genteng... maksudnya.../
    krikikikikikikikik

    BalasHapus
  6. walaahhhh mang udin??
    tega nian kak..
    yang baca blog saya kan orang penting semua..
    ini aja yang baca ketua **sensor** hahahaha


    beuuuhhhh..
    jelas bukan nama abdul khoirul ismail ...hahaha

    BalasHapus
  7. hehehe....
    Jadi serasa bersinar kalo bersinar.. wkwkwk... bersinar karena matanya pedih.... wkwkwkwk..


    ismai gak pake L.. L nya ada lagi main sinetron date note... gak nyambung**..

    BalasHapus
  8. oh..saya salah ya nyebut namanya??
    emangnya bedanya pake "L" sama enggak apa kak??
    emang beda arti ya??

    mana bisa bersinar gara2 mata pedih??
    adanya mau melek aja susah -_-"
    hadeeeehhhhh...
    hahahaha

    BalasHapus
  9. nama aslinya ismai.. mungkin dulunya nama ismail itu melekat pada salah satu nabi ismail...
    arti ismai, tetap ismai

    Kalo Nur= cahaya, Fauzia = ??, khasanah = yang baik...

    bisa saja.. bersinar bagai air mata berlian..
    matanya kelilipan kali...mungkin.. hehe...

    BalasHapus
  10. maksudnya??
    aku gak ngerti arti ismai..
    hehehehe

    kata om aku sama mama aku :
    fauzia = kebahagiaan
    tadinya dari nama fauzan *** aku lupa apa panjangannya, jadinya karena aku perempuan jadi pake fauzia.. :D

    hahaha
    ada gitu ya air mata berlian??

    BalasHapus
  11. hm.. berarti cahaya kebahagiaan yang baik... insyaallah...


    ada saja.. kalo di ada-adakan... hehe

    BalasHapus
  12. aminn...

    jiaahhh,..
    yasudah adakan sajalah kalau gitu :]

    BalasHapus

Komentarnya yaa teman - teman