Minggu, 10 Juli 2011

Filled Under:

surat

Share
Assalamu'alaikum..
tiba - tiba saya lagi terinspirasi untuk menulis surat nih,..
eits.. bukan lagi surat untuk ibu mertua saya nantinya :p
tapi ini dikutip dari buku "Nikmatnya Pacaran Setelah Menikah"

Akhi rasanya aku telah menemukan kekasih yang jauh lebih baik darimu.Yang tak pernah mengantuk dan tak pernah tidur. Yang siap terus menerus memperhatikan dan mengurusku. Yang selalu bersedia berduaan di sepertiga terakhir . kalau engkau selalu berusaha malam. Yang siap memberi apapun yang kupinta, Ia yang bertahta, berkuasa dan memiliki segalanya.
Maaf akhi, tapi menurutku kau buka apa-apa di banding Dia. kau sangat lemah, kecil dan kerdil dihadapanNya. Ia berbuat apa saja sekehendakNya kepadamu. Dan, akhi aku khawatir apa yang telah kau lakukan selama ini membuatNya murka. padahal Ia Maha kuat, Maha gagah, Maha perkasa, Maha keras siksaNya.
Akhi belum terlambat untuk bertaubat. apa yang kita lakukan selama ini pasti ditanyakan olehNya. Ia bisa marah akhi. marah tentang saling pandang yang pernah kita lakukan, marah karena setitik sentuhan kulit yang belum halal itu, marah karena suatu ketika aku harus terpaksa membonceng motormu, marena karena lamunanku yang selaku membayangkan wajahmu. Ia bisa marah, tapi sekali lagi belum terlambat. Akhi Ia Maha pengampun, Maha pemberi maaf, Maha penerima taubat, Maha penyayang.
Akhi, jangan marah ya, aku sudah memutuskan untuk menyerahkan cintaku padaNya, tidak pada selainNya. Tapi tak cuma aku, akhi. kau pun bisa menjadi kekasihNya. kekasih yang amat dicintai dan dimulyakan. Caranya satu kita harus jauhi semua larangan-laranganNya termasuk dalam soal hubungan kita ini. Insyaallah Dia punya rencana yang indah untuk untuk masa depan kita masing-masing. kalau engkau selalu berusaha menjaga diri dari hal-hal yang dibenciNya, kau pasti akan dipertemukan dengan wanita sholehah. Ya wanita sholehah yang pasti lebih baik dariku saat ini. ia yang akan membantumu menjaga agamamu, agar hidupmu senantiasa dalam kerangka mencari ridho Allah dalam ikatan pernikahan yang suci.
Akhi, aku akan segera menghapus namamu dari memori masa lalu yang salah arah ini. Tapi aku akan tetap menghormatimu sebagai saudara di jalan Allah. itulah ikatan terbaik, tak hanya antara kita berdua tapi seluruh orang mukmin di dunia. Tak mustahil itulah yang akan mempertemukan kita dengan Rasulullah di telagaNya, lalu beliau memberi minum kita dengan air yang lebih manis dari madu, lebih lembut dari susu, lebih sejuk dari krim beku.
Maaf akhi, tak baik lama-lama menulis surat ini. aku takut merusak hati.

sumber : "Nikmatnya pacaran setelah menikah"
aku suka suratnya :p

0 comments:

Posting Komentar

Komentarnya yaa teman - teman