Kamis, 28 Juni 2012

, ,

tentang jilbabku -lika liku perjalanan-

Assalamu'alaikum..
pembaca tersayang :* yang masih setia membuka blog seorang "ifa"

alhamdulillah.. akhirnya menjelang akhir perkuliahan *eh bukan sih* akhir masa studi di politel.. dan selamat!! mwime adalah salah satu sejarah saya selama di politel *peyuk mwime*

lupakan intermezonya, sebenarnya, hari ini pagi- pagi di sms sama devki,
isinya gini kira-kira:
Mbak ifa, bisa cerita gimana ceritanya yang dari awal mbak ifa belum berjilbab, sampai pas berjilbab, langsung berjilbab lebar gitu mbak?
dan sekarang, sesuai hutang saya sama kakak yang jadi junior saya, saya mau cerita dari awal sampai akhir *popcorn mana popcorn?*

nah, awalnya..
saya memang masih ababil banget, apalagi kalau yang namanya pake jilbab.. mungkin karena sedikitnya saya masih 4L@Y waktu itu.. jadinya masih ogah-ogahan.. padahal sejak SD udah disuruh pake jilbab sama nenek..

pertama masuk politel, masih ababil..
dan pertama pakai jilbab yang insyaAllah mulai istiqomah itu berawal sejak jalan - jalan sama intan waktu pertama di Fosma 165 Politeknik Telkom :*..
itu pertama kalinya berjilbab, dan masih dengan jilbab "gahol" getho..
dan setelah itu, mulai istiqomah sedikit - sedikit istiqomah dengan yang ada dulu..

setelah mulai istiqomah, kadang mulai risih sedikit demi sedikit.. "kok rasanya jilbabku ada yang kurang" gtitulah gumam hatiku kira - kira..
setelah itu, saya sama niri sempat terjebak di acara "muse"  kalau nggak salah/ smile gitu.. acaranya mentoring kampus..

dan saya dateng sama niri dengan cueknya, masih pakai celana jeans..
otomatis "maluuuuuuu dooooooonnnnnggggggg"
semua orang pake rok, dengan jilbab yang rapih.. *dresscodenya* sedangkan saya sama niri ngelanggar banget..
habis itulah, kami terjebak harus mengisi 'sesuatu' *form mentoring lanjutan*

karena nggak ngerti, kita main isi aja.. dan ternyata, kita dipanggil sama mentor pertama kita, yakni mbak Maria Ulfa :)
disana dikit - dikit mulai ditegur tentang jilbab *ditarik-tarik jilbab saya biar agak panjang* katanya mbak ulfa "ini, coba agak panjangin dikit dek"
dan mulai belajar dikit - dikit untuk pakai jilbab dobel .. dan alamak.. susah juga ternyata..
pertama-tama berantakan banget.. *pake z*

saat pertama mentoring itulah, belajar hakikat jilbab dan menutup aurat secara menyeluruh.. bagaimana menutup aurat sesuai dengan yang Rosul perintahkan, bagaimana caranya, apa saja syaratnya..

dan bersamaan dengan saya yang mulai belajar, om saya menikah dengan seorang perempuan yang cantik..
anggun, cerdas..
dan kebetulan tante saya bercadar..
barulah saya mulai fikir - fikir lagi tentang berjilbab yang syar'i..

karena ternyata, jilbab syar'i bikin orang terlihat anggun..
jaaaaauuuuuuuuhhhhhhhhhh lebih anggun dari miss universe sekalipun :)

dan setelah pelan - pelan berjilbab syar'i, ada sebuah kejadian yang membuat makin bangga dengan jilbab ini

jadiii...
kejadiannya itu gini,
waktu pulang ke cikarang, saya jalan sama temen - temen saya..
nah, pas jalan - jalan itu, pulangnya kita naik angkot..
terlihat kontras sekali ketika teman saya berjalan, dan banyak calo-calo menariknya.. padahal dia juga berjilbab seperti saya.. dan lain perlakuan calo-nya pada saya, 180% berbeda.. bahkan mereka nggak berani mendekat.. cuma mempersilahkan tanpa tangan ikut bermain *terharu* dan saya semakin banggaaaaaa sama jilbab ini :)

awalnya banget..dulu pas SMA, emang udah berjilbab..
cuma ya itu, masih jilbabnya anak2..
saat itu merasa gerah dengan jilbab yang seperti itu..
hingga ketika futur, ababilnya keluar,..
dan setelah sekarang berfikir lagi..
ternyata yang membuat saya nggak nyaman, adalah karena jilbab saya yang dulu nggak sesuai aturan..
dengan baju yang masih "gahoel"
dengan jilbab bayi :D

dan pada akhirnya, saya memutuskan untuk berjilbab syar'i
bukan karena paksaan mentor
apalagi hasutan teman main..
ya! insyaAllah sadar 100%
semoga Allah selalu membimbing saya untuk tetap istiqomah :)

awalnya sih, mungkin mengagetkan buat mereka yang tau bagaimana saya dulu
banyak yang tanya "kok bisa?" "yakin istiqomah?"
sebenarnya ketika mendengar pertanyaan itu, sedih banget rasanya..
su'udzonnya sih mereka kayak meragukan gitu..
tapi, meskipun begitu, alhamdulillah.. orangtua saya menerima ...
dan beliau berdua pun mendukung saya...
setiap ada tamu yang bukan mahrom di rumah, kalau papah atau mamah saya tau saya lagi nggak berjilbab, mereka langsung bilang "mbak ada tamu" dan memberikan isyarat untuk segera berjilbab :"( *terharu

pada awalnya mungkin orangtua saya juga agak kaget.. tapi mereka bisa menerima.. karena mereka juga tau hukumnya :)
mereka bangga pada akhirnya..

yang perlu ditekankan disini "jilbab itu bukan budaya, tapi KEWAJIBAN!"
pada awalnya sulit.. tapi yakinlah.. Allah pasti bantu.. selama tidak berhenti di bab "niat" :)

kalau semua dirunut, secara kronologi..
saya paling banyak akan berterima kasih sama fosma :)
fosma yang jadi titik balik semuanya..
fosma yang jadi awal..
fosma tempat saya memulai :)

hehe,
sekian sudah curcol saya..
semoga bisa diambil hikmah *kalau mau bacanya*
dan semoga tidak membosankan :D

wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 kalau syar'i nya kayak gini anggun kan :D
Publisher: FK - 22.49

Selasa, 05 Juni 2012

, ,

untuk kalian [repost studi kasus 11 juni 2011]

jangan kau tanya aku
bagaimana caranya merelakan perpisahan ini..
karena sulit untuk merelakannya..
sulit untuk melepaskannya..
dan satu -satunya yang kuingat sampai saat ini..
adalah ternyata kalian mengisi lebih dari setengah masa peralihanku..
dari anak - anak 
menuju kedewasaan..
kalian mengisi setengah kehidupanku di kota ini
yang pada awalnya aku linglung
hingga kini aku bebas berlari dan bermain di kota ini
satu yang kini jadi keyakinanku
atas kebersamaan selama ini..
atas kegilaan yang kita rasakan bersama..
atas tawa yang kita gelakkan bersama..
perpisahan bukanlah akhir
perpisahan hanya studi kasus
yang mengajarkan kita bagaimana indahnya kebersamaan
yang menunjukkan kita akan arti kehidupan
yang menjelaskan kita satu hal
"bahwa bagaimanapun juga, kita tak boleh menyiakan sedetikpun kesempatan kita di dunia ini, kesempatan untuk mempertahankan apa yang kita miliki, kesempatan untuk mensyukuri segala yang telah diberikan olehNya untuk kita"
ya..
aku yakin..
perpisahan..
atau apapun itu..
yang menimbulkan pilu..
yang membuat sakit jadi perih..
yang membuat sedih..
hanyalah studi kasus untuk persahabatan kita dan persaudaraan kita..

*unconditionally love
-nfk

-setelah tulisan sebelumnya dengan isi yang sama saya tunjukkan untuk sahabat phoenix (pis of nine six), sekarang, saya dedikasikan tulisan ini untuk FOSMA 165 POLITEKNIK TELKOM.-

maaf yang tak terkira atas semua kata, sikap dan luka yang pernah ditorehkan :)
Publisher: FK - 12.05
, ,

cukup [5 desember 2010]

melihatMu aku belajar
belajar disiplin
belajar tenang
belajar sabar
belajar positif thinking
belajar rela berkorban
belajar menyayangi
belajar mencintai

denganMu aku berusaha
berusaha menjadi lebih baik
berusaha menjadi dermawan
berusaha jadi diriku sendiri
berusaha peduli
berusaha tak manja
berusaha tetap di jalur

disisiMu aku mengerti
mengerti indahnya ukhuwah
mengerti cakapnya lisan
mengerti pentingnya akhlak
mengerti kesulitan orang
mengerti kebaikan orang
mengerti buruknya dosa

dekat denganMu aku memahami
memahami cara untuk mencintai
memahami cara untuk hidup di dunia ini
memahami cara berhubungan denganMu
memahami kebaikan - kebaikanMu
memahami sifat - sifatMu

tanpaMu aku kehilangan
kehilangan sahabat baik
kehilangan guru
kehilangan pelindung
kehilangan kekasih hati
kehilangan duniaku
kehilangan arah
kehilangan segalanya..

Ya Rabb..
Ya rahman... Ya Rahim..
Penuhilah hatiku dengan cinta..
cintaMu.. cinta orang - orang yang mencintaiMu
cinta mereka yang saling mencintai karena cinta padaMu

Ya Rabb
Ya Adl... Ya Lathiif...
Penuhilah hatiku dengan rasa keadilan dan kelembutan
agar aku tak salah memberikan hak seseorang
agar aku senantiasa berhati lembut pada seseorang

Ya Rabb..
Ya Afuww
Jadikanlah diriku sosok yang pemaaf
yang mampu memaafkan kesalahan orang lain
yang memiliki hati yang luas
sehingga takkan habis maaf dibagi

Ya Rabb
Ya shobuur..
Isikanlah sifat sabar dalam diriku
agar aku senantiasa bersabar menghadapi hariku
agar aku senantiasa bersabar melawan egoku..

cukup Engkau Ya Rabb..
cukup Engkau pelindungku Allah Al Waliyy
cukup Engkau ..
hanya Engkau..
tiada lagi selain Engkau..

=======================
-nfk-
Publisher: FK - 11.14