Rabu, 18 Juni 2014

Filled Under:

Penghargaan HAM ?

Share
Penghargaan HAM ?
Kenapa tanda tanya-nya besar dan di bold? terus merah lagi.
Ya itu yang saya pertanyakan disini..

Assalamu'alaikum.

Ada yang tau tentang " penghargaan Yap Thiam Hien "? Siapa prakarsanya, untuk apa ada penghargaan itu? siapa yang ada dibalik penghargaan itu dan apa asas dan penilaian penghargaan itu.
5W 1H deh.

Saya cuma lagi penasaran.
Kok sebegitu kolotnya pemikiran "orang modern" yang katanya dapet penghargaan itu, tentang penyebaran HIV/AIDS kalau dolly ditutup.

katanya "Kompleks prostitusi membuat pemantauan lebih mudah, karena HIV bisa langsung diketahui di tempat itu juga. Dengan menutupnya maka penyebarannya justru semakin liar dan tidak terkendali" (dicatut dari salah satu berita online).

Yang kita harus lakukan bukanlah memantau penyebaran virus HIV ibu, tapi bagaimana menghentikan penyebaran virus tersebut.

Mungkin di kalangan kompleks prostitusi bisa dipantau, diluar itu? apa bisa menjamin kalau prostitusi nggak ditutup virusnya ga akan nyebar?

Justru menurut saya, kalau tempat itu dibiarkan tetap terbuka, justru penyebaran bisa makin "tak terkontrol". Banyak orang keluar masuk kompleks itu. Siapa yang tau diluar kompleks "orang tadi" juga menyebarkan ke orang lain.

kalau yang dipermasalahkan karena melanggar HAM? dimananya? Justru membiarkannya tetap terbuka adalah pelanggaran HAM berat (kalau kata saya, mengingat HAM bukan cuma masalah ekonomi).

Masalah disana bukan hanya masalah ekonomi (yang selalu jadi alasan HAM). Banyak masalah kesehatan, psikologi, pendidikan dan masa depan.

Pemulihan kondisi itu butuh proses bu, nggak satu hari atau 2 hari. Toh mereka juga difasilitasi untuk hidup lebih layak. Mensos dan gubernur memberikan santunan, juga untuk penderita HIV diberikan rehabilitasi. Untuk yang kehilangan usaha diberi pelatihan wirausaha.

ibu itu menilai :
penutupan tersebut terlalu naif dan tidak mengena pada inti persoalan. Persoalan besar yang dihadapi adalah stigma negatif yang kotor yang sudah terlanjur melekat pada pekerja seks.

kata ibu itu "Padahal belum tentu mereka kotor, buruk, setan, dan sebagainya. Yang terjadi sebenarnya adalah orang tidak pernah bertanya kepada mereka kenapa mereka ada di sana?".

Ibu harusnya tanya, mereka mau nggak sih berhenti dari pekerjaan itu?
kalau pertanyaan ibu yang ibu tanyakan ke mereka, kita sudah cukup sering mendengar alasannya.

Oiya satu lagi.
Yang jadi salah satu alasan penutupan Dolly adalah anak - anak. Bu Risma ingin anak - anak disanan mampu tumbuh menjadi anak yang berprestasi. Mampu menjadi anak yang baik. Mampu bersaing dengan anak lainnya.
Mimpi mereka masih tinggi. Harapan mereka masih luas. Bu risma tidak ingin "kehidupan dolly" menjadi benteng bagi mereka.

Kalau ibu rewel masalah penyebaran HIV di kompleks lokalisasi, saya mau ingetin ibu. Mungkin ibu lupa.
  • HIV nggak cuma tertular karena hubungan seksual bu.
  • Para pengguna narkoba juga bisa terkena.
  • Orang yang melakukan tranfusi darah juga bisa terkena.
  • Ibu hamil dan menyusui juga bisa menularkan ke anaknya bu.

Meskipun penularan diluar itu ga sebesar di kompleks lokalisasi, sebaiknya ibu nggak hanya rewel karena dolly ditutup, perkembangan HIV tak bisa dipantau.

-Oke. itu aja buat penghargaan "Yang Disebutkan Diatas"

1 comments:

Komentarnya yaa teman - teman