Rabu, 19 November 2014

Filled Under: , ,

BBM naik? Pake Line aja, siapa tau ketemu teman alumni.

Share
Bismillahirrohmanirrohim..

Fa..fa.. Nggak ikutan ngasih pandangan tentang kenaikan BBM fa?

Mayes. Nanti aja kalau udah nggak pada rame ngasih pendapat tentang kenaikan BBM. Biarin nanti udah basi juga.

Kenapa enggak sekarang aja?

Kalau sekarang, itu jadi isu sensitif. Beda pendapat dikit aja orang gampang sakit hati. Udah gitu dua kubu baik yang nggak setuju sama yang enggak sama - sama punya alasan. Sama - sama punya kepentingan sendiri yang tersirat dari kepentingan bersama.

Terus kamu sendiri setuju enggak?

Abstain. Dua pendapat sama - sama kuatnya. Saya setuju nggak naik, nanti dibilang nggak liat fakta. Setuju naik, nanti dibilang sok kaya -_-. Serba salah kan. Mending diem.

Kan pendapatnya menurut kamu?

Gimanapun udah dibilang berulang kali itu pendapat kita, tetep aja orang mah. Kadang ada aja oknum dari pihak dua pendapat itu yang sama - sama saling ngotot dan ngomong ga penting. Sama - sama tetep menganggap kita bebal.

Jadi kamu takut mengungkapkan pendapat?

Nggak. Tapi berusaha mengungkapkan pendapat di saat yang tepat. Kalau saat ini langsung sih kurang tepat kata saya. Soalnya udah banyak yang "ahli" beneran maupun "ahli" dadakan yang ngasih komentar dan pandangan pribadi soal kenaikan BBM itu.
Da saya mah percaya mereka yang punya pandangan pribadi seenggaknya yang "ahli" beneran dia research dulu keabsahan berita dan data yang dia dapet.
Da akumah apa atuh.
Bensin aja masih suka campur - campur.
Paling kalau nanti saya udah bikin polling sendiri yang memang saya bisa pertanggung jawabkan datanya, baru saya nulis :D

0 comments:

Poskan Komentar

Komentarnya yaa teman - teman