Selasa, 18 November 2014

Filled Under: , ,

Cerita sore ini

Share
Bismillahirrohmanirrohim..

 Dearest reader, meskipun postingan ini nggak penting - penting banget, saya cuma mau cerita salah satu kejadian yang bener - bener nikmat Allah.

Meskipun bukan kali ini aja kejadian ini terjadi, cuma ya baru kali ini aja kejadiannya bisa di posting. Hahahaha *nggak penting pisan*

Jadi gini ceritanya,
Nggak tau kenapa, *karena suatu alasan* saya kesel banget sama orang. Diem - dieman aja kayak belut cacingan -_-

Yaudah, bete.


Akhirnya, memutuskan untuk sholat aja. Kebetulan juga udah maghrib. Alhamdulillah.
Pertama - tama, diperjalanan mau ke mushola teh bawaannya kayak bawa bara api di pikiran, di hati, berasa flaming gitu pas dijalan.

Jadi kayak macam katnis everdeen di poster mockingjay. Hahahaha

Pas dijalan pun, udah dengan gaya dan amarah *cieile* merangkai kata untuk nulis blog, yang rencananya pengen ngungkapin amarah *okey itu niat gak baik, ga usah diikutin*.

Sampai toilet, merangkai kata lagi.

Tapi pas wudhu, siraman air pertama di kulit tangan sebelum wudhu bikin tiba - tiba sendu. Kumuran pertama mata berlinang, basuhan pertama, air mata jatuh.

Kenapa?
Saya juga nggak tau.
Rasanya itu yaa gimana ya? susah diungkapkan dengan kata - kata.

Pas sholat nih.
Nggak ada perasaan apa - apa. Fokus aja sholat. Nggak mikir apa - apa.

Ternyata, setelah selesai sholat, saya lupa tadinya teh mau posting apa. Mau nulis apa.

Sampe postingan ini diterbitkan pun, saya masih nggak inget mau nulis apa seputar amarah saya tadi.

Ya Allah..
Sholat itu luar biasa.

Sesuai pisan sama sunnah Rosul.

Kalau marah, istighfar,
Masih marah, pindah posisi.
Masih marah, wudhu.
Masih marah sholat.

Dan keajaiban emang selalu dateng kalau mengimplementasikan baik salah satu maupun semuanya.

Nikmat Allah yang paling luar biasa yang selalu bikin saya seneng dan nggak bosen untuk terus - terusan implementasiin itu ketika dalam keadaan emosi memuncak.

Da namanya perempuan mah, kalau emosinya udah memuncak, nggak dikeluarin dalam bentuk omelan dan ceracau nggak jelas, ujung - ujungnya ya nangis.

Dan saya lebih ke opsi yang kedua.
Cengeng?
Enggak lah.
Da saya mah jarang nangis juga. Paling kalau kesel pergi dulu kemana, kalau udah parah banget, "pukulkan saja temboknya, itung - itung ngetes kekuatan betonnya".

Dan pada akhirnya, saya bisa ketawa - ketiwi lagi.
Bahkan orang - orang yang tau beberapa menit lalu saya kesel, tiba - tiba saya udah ketawa aja pada bingung.

Jadi gitu ceritanya.

Terima kasih sudah sudi mampir.

-fk-

0 comments:

Posting Komentar

Komentarnya yaa teman - teman