Jumat, 14 November 2014

Filled Under: , ,

Diantara pria - pria

Share
Bismillahirrahmanirrahim..

Diantara pria - pria..
Bukan salahku yang membuat aku berada di sekeliling pria - pria.


Di dunia kerja, di kampus, di game, di lab, dimanapun.

Bukan berarti aku tidak tahu diri karena menyusup sebagai satu - satunya makhluk yang memiliki perbedaan mendasar dari mereka.

Keadaannya adalah, berada di dunia "mayoritas" laki - laki inilah yang membuatku kerapkali menjadi  ada dalam perbandingan1:4.
Ya!
1 perempuan 4 pria.

Di ruangan kantorku pun, di meja developer, ditempati oleh 4 orang. 3 diantaranya pria dan aku "lagi", jadi satu - satunya perempuan di meja yang sekarang menjadi meja kerjaku.

Jadi satu - satunya developer perempuan disini, jangan dikira nggak sulit. Profesi "programmer" yang dianggap "tabu" oleh beberapa teman perempuan saya yang juga lulusan IT, mungkin menjadi salah satu alasan kenapa profesi ini terlihat sangat kurang feminim.

Satu hal yang saya pahami setelah hampir 2 tahun bekerja menjadi programmer adalah "WAJIB MANDIRI". Bukan berarti kalau ada error yang kita nggak paham kita nggak boleh tanya sama siapapun. Keadaan mandiri disini adalah kita wajib belajar menyelesaikan masalah kita sendiri.

Di dunia kerja, kita ditekan oleh deadline, dan masing - masing orang memiliki target yang harus dicapai. Kebayang dong, meskipun banyak mastah - mastah, tetep aja nggak bisa mantengin kerjaan kita selama seharian cuma untuk ngebantu kita ngilangin error.

Paling banter cuma 15 menit, terus ujung - ujungnya dikasih tau keyword untuk nyari problem solvingnya di internet.

Yeah!
Satu hal yang emang kurang woman-able banget.
Dan kadang ga saya pungkiri. Kadang saya sendiri bete juga.

Apalagi untuk orang yang nggak mau jadi programmer dengan alasan "nggak ngerti", atau "nggak mau pusing".

Akhirnya sebagai pelarian, saya lanjut main game yang emang lagi - lagi jarang ada dimainin sama temen - temen saya yang perempuan.

Yes! Counter Strike!

Kalau menilik ke teman gaul saya (yang akhwat) jarang pisan ada yang ngerti game gitu. Mereka tau saya suka main game gitu aja shock -_-

Untung aja seperti kata si arya saat lagi perang "lagian, kan ga mungkin bentuknya akhwat". Hahahaha iya juga sih. Di game mah jadi laki macho.

Padahal, jadi programmer itu bikin perempuan jadi cantik 1000 kali lipat loh.
Ini buktinya

Foto itu adalah foto mba sara chipps
Sara dikenal sebagai programmer wanita yang ingin mengajak kaum perempuan untuk terjun ke dunia teknologi. Dia pun mendirikan perusahaan dan website bernama Girl Develop It yang bertujuan mendorong dan memberi ilmu pada wanita berkecimpung di dunia programmer. Sara menilai para perempuan tidak perlu ragu untuk berkecimpung di dunia teknologi informasi. Dia cukup menyayangkan karena menurutnya, mayoritas atau sekitar 91% developer adalah kaum adam.
Selain di kantor, ketika main game pun, nggak jauh dari diantara pria - pria. Yeah! 1 team 5 orang, belum ditambah yang suka join di tim lawan 2 orang. dan dari 5 orang itu, 1 orang namanya FK, playernya perempuan.

Gitu - gitu reputasinya lumayan. Peringkat ketiga setelah arya dan gani. Hahahaha

Yeah.
Diantara pria - pria ini memang agak bikin ga enak hati, ga enak dikomentari.
Tapi da kumaha?
Belum mumpuni ngebangun kantor yang pekerjanya perempuan semua.

InsyaAllah deh ya September 2015 :D

Belum lagi dikampus. Temennya si ridho, edma, mas abid, mirza -_- udah itu aja..
Beneran kan?
Diantara pria - pria.

Ya Allah, maafin ifa kalau masih belum bisa jadi perempuan yang baik. Bimbing ifa supaya lebih baik lagi baik dalam kesendirian maupun keramaian.

0 comments:

Poskan Komentar

Komentarnya yaa teman - teman