Rabu, 10 Desember 2014

Filled Under:

random.

Share
Bismillahirrohmanirrohim..

Sebenernya ini posting tentang kebingungan gak penting saya.
So..
Siapapun yang baca, anggap aja saya nge-heureuyan batur.
Jadi ga usah diambil hati atau dimasukkan hati terlalu dalam.
Nanti jatuh, sakit.
Nanti saya yang dosa kalau pada sakit gara - gara baca tulisan saya.

Saya Kenapa?

Ya gitu..

  1. Pengennya kalau saya message itu kagak dicuekin.
  2. Message dibalas (alhamdulillah)
  3. Awalnya seru gitu kan, cerita naon wae
  4. Terus makin lama makin singkat
Dan secara kebetulan saya message hampir ke beberapa sosial media. Karena saya pikir mungkin "dia" yang saya ajak chatting lagi online di sosial media lain.
Tapi ternyata enggak juga.

Jadi yaudah.
Berharap dibalas salah satunya aja.

Ternyata semua message saya dibalas di semua sosial media.

Dan.

"DEG"!

Yang saya rasakan adalah "ada apa ya? tumben dia rajin pisan online di semua sosial media, dia chatting ama siapa aja".

Dan ngerasanya itu kayak orang gimana banget gitu. Hahaha

Dan saya akui itu lebay yang enggak banget dan nggak perlu banget ditanggapi.

Sebenernya sih yang bikin kepala saya pusing sendiri adalah bahwa saya mungkin tidak bisa menerima kenyataan bahwa mengobrol dengan saya bisa jadi membosankan. Dan kenyataan bahwa sosial media banyak pisan mudhorotnya dan udah terlalu banyak kasus perselingkuhan dari sosial media.

Dan saya pun merasa bodoh karena saya juga masih menggunakan sosial media dan hampir semua sosial media anak gaul masa kini saya punya akun dengan nama saya.

Ironis kan?

Ditambah saya memang pernah mengalami hal buruk di sosial media. Entah menjadi korban maupun tersangka yang nggak baik - baik. Hahahaha

Ditambah bahwa percakapan di sosial media yang menurut orang lain adalah biasa aja. Menurut saya itu agak memancing atau agak mendayu atau agak lebay. 
Entah karena kalau saya baca, saya juga praktekkan dengan gaya bicara orang yang diajak chatting. Maupun saya improvisasi dengan style saya sendiri dari sisi saya sebagai perempuan yang juga punya sifat manja.

Yeah.

Tapi saya coba berfikiran positif aja.

Siapa tau ke-random-an dan ke-bingung-an saya sekarang, lagi masuk fase awal buat Allah ngasih hidayah ke saya biar lebih bener lagi. Biar jadi qolbun salim. Biar jadi hamba yang lebih baik dan lebih patuh. Jadi perempuan yang lebih baik dan lebih kalem.

Saya sih nggak capek menggunakan otak saya untuk berfikir.

Karena memang Allah menciptakan Alam dan seisinya (lengkap dengan konflik - konfliknya) supaya kita berfikir.

Allah menurunkan ayat - ayat qauliyah-Nya serta ayat - ayat kauniyah-Nya.
Dan mungkin, segala kebingungan dan ketidak jelasan saya pada tulisan ini dan yang saya rasakan setiap harinya, adalah salah satu bentuk penyampaian ayat kauniyah Allah kepada saya.

Kalau Allah mau memberikan hidayah kepada seseorang, toh tidak ada yang bisa menahannya. Begitupun sebaliknya. Jika Allah hendak memberikan adzab kepada seseorang, tidak ada yang bisa menahannya.

Masih berusaha pelan - pelan untuk mundur dari hal - hal yang nggak baik.

Saya tau, kalau memang mau berubah, memang harus ada hentakan keras. Tapi setelah belajar dari apa - apa yang sudah dialami. Tidak selalu ada hentakan yang membuat kita mau sadar. Tapi belajar, mendalami, mencari arti, pelan - pelan bisa menjadi jalan kebaikan.

Dan saya yakin, siapapun yang ingin lebih baik, Allah tidak pelit menghitung prosesnya :D

0 comments:

Poskan Komentar

Komentarnya yaa teman - teman