Tampilkan postingan dengan label bagus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bagus. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Februari 2012

, , , , , , , ,

[analogi] wanita dunia dan bidadari surga

Assalamu'alaikum..
entah kenapa, si penulis lagi rajin pengen nulis blog..
dan lagi senang sama tema "Bidadari Surga"
dan ini salah satu cerita berdasarkan pengalaman dan bacaan penulis..

--------------------------------------------------
"Kenapa wanita dunia lebih utama dari bidadari surga"

sedikit intisari dari bacaan dan cerita seseorang..
pernah berfikir jaman dulu, "kok bisa, wanita dunia lebih utama dari bidadari surga"
dan akhirnya banyak dapat referensi jawaban..
salah satunya kita mereferensi dari hadist-nya Rasulullah..

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Saya bertanya, “Wahai Rasulullaah صلى الله عليه وسلم , manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”

Beliau shalallaahu ’alaihi wa sallam menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”

Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”

Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada ALLAH. ALLAH meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’.” (HR. Ath Thabrani)
 itu salah satu riwayat yang saya dapatkan dan sering saya dengar.


menurut saya..
mengapa wanita dunia lebih utama dari bidadari surga, karena mereka berusaha sendiri..
maksudnya disini,
  • mereka berusaha menjaga kehormatan mereka saat yang lain dengan mudahnya kehilangan kehormatannya sebagai wanita. Sedangkan bidadari surga, mereka memang sudah "terjaga"
  • mereka berusaha mendekat pada Allah saat yang lain justru jauh dari Allah. Sedangkan bidadari surga memang "sudah dekat"
  • mereka berusaha menggapai surga. sedangkan bidadari surga "sudah di surga"
kenapa lebih utama?
Allah melihat proses.. karena hasil adalah hak perogratif-Nya yang tidak bisa diganggu gugat..
bagaimana kesungguhan kita untuk mendekat padaNya..
itulah kenapa wanita dunia lebih utama menurut saya..
kalau kata sahabat saya "seperti intan yang harus ditempa dan dibakar berkali2 agar menjadi indah"

"Man Jadda Wa Jadda"




Siap jadi wanita dunia yang "lebih utama" dari bidadari bermata jeli??


SIAP


-nfk
Publisher: FK - 08.29

Jumat, 24 September 2010

, , ,

So Shine

hujan..
again and again..
bosan dengan cuaca seperti ini..
ya..
hawa dingin dengan mudahnya menyergap tubuh..
bahkan ada yang sampai menusuk tulang..

jalananpun tak ayalnya menjadi basah..
banyak kubangan air..
dan bahkan berisi sedikit lumpur..
becek.. kotor..
dan membuat semua yang melewatinya menjadi harus dicuci..

kadang kesal..
kadang dongkol..
kadang sebel..
yaa..
namanya juga manusia..
sulit bersyukur akan apa yang telah ia dapatkan..

tapi, dibalik semua itu..
hujan memiliki suatu keindahan..
hujan memiliki melodi - melodi instrument yang membuat hati tenang..
dentuman kecil yang indah terasa nyaman..
inspirasi pun mudah datang..

Inspiring..!!
that's one of a milion words which can describe the miracle of rain..

Publisher: FK - 17.21

Sabtu, 24 Juli 2010

, ,

Curhatku hari ini

Beberapa hari yang lalu..
Ayahanda sahabtku meninggal dunia..
Innalillahi wa innailaihi rojiun..

Langsung terbesit di fikiranku..
Bagaimana jika hal tersebut yang terjadi pada ayahku?? pada keluargaku?? bahkan padaku??
Apakah sudah siap semua bekal yang kami miliki??
Apakah sudah cukup untuk menyelamatkan kita dari siksa kubur dan neraka??
Apakah sudah cukup untuk membuat kita tinggal di surga??

Ya Allah..
sungguh jika kami menimbang dosa kami dengan kebaikan yang kami lakukan,,.. mungkin kebaikan takkan lebih berat dari dosa yang kami miliki..

Kehidupan, Kematian, Jodoh, dan Rezeki telah menjadi suratan-Nya yang telah dituliskan di lauh mahfuz-Nya..
Tak ada yang tau..
bahkan malaikat yang bertugas untuk mengatur semuanya pun tak tau..

Terkadang..
aku dilupakan oleh fatamorgana dunia yang penuh dengan keindahan semu..
dan aku tersadar dalam sesalku..
Publisher: FK - 19.44

Minggu, 20 Juni 2010

, ,

Antara Wortel, Kopi dan Telur




Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.

Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.

Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

Lalu ia bertanya kepada anaknya,

“Apa yang kau lihat, nak?”

"Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak.

Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.

Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya,

“Apa arti semua ini, Ayah?”

Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi ‘kesulitan’ yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.

“Kamu termasuk yang mana?,”

tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?” Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.”

“Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?.”

“Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.”

“Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.”

“Ada raksasa dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu menahan raksasa itu kecuali raksasa itu menahan dirinya sendiri”

sumber: dudung.net
Publisher: FK - 00.34