Kamis, 27 November 2014

Alhamdulillah

Allah..
Hari ini, (dari pagi sampai siang) bahkan dari kemarin malam, rasanya dada itu sesak banget. Entah. Masih abu - abu dengan "kenapanya".

"Teh, dada aku sesak pisan. Gatau asma kambuh kayaknya."
"Kamu lagi stress ya fa? Soalnya suka ngaruh".
"Ogitu teh."
"Iya, kalau stress berat mah emang suka ngaruh da".

*berlalu ke ruang tengah*
"Fa, hardisknya nggak bisa kebaca"
"*deg* Kok bisa? Terus datanya ilang?"
"Kayaknya"
"Ah, elu"
"Tapi temen saya ada yang bisa benerin hardisk da"
"Gatau ah, terserah lu"

*pindah ke ruang tengah*
*nunduk, nangis*
"Hardisk laptop rusak dong teh. Data aku ilang semua".
"Kok bisa?"
"iya. Datanya gak kebaca"

*siti dateng*
"Teh ifa matanya kayak yang lagi sakit gitu"
"Iya, aku stress, file TA ilang semua. Barusan habis nangis disini."

*tiba - tiba pak dinda dateng*
"udah nih fa, makan dulu cakue"

*lutfan dateng*
"si ifa mukanya meuni pucet gitu"
"iya, TA-nya ilang semua"

"Aku tau rasanya fa"

Dan tiba - tiba orang sekantor (minus pak guntur, bu naya, pak erwin dan pak hera serta si "you know who") ngerubungin di ruang meeting.

Pada berusaha untuk bikin senyum lagi.

MasyaAllah.
Alhamdulillah.
Hardisknya udah balik dan datanya selamat.

Fabiayyialaa irobbikuma tukadzdziban.

Meskipun badan rasanya masih drop pisan akibat nafsu makan yang berkurang drastis. Tetep gampang lapar, tapi malas makan.
Dan masih dengan asma yang nggak diketahui asal muasalnya.

Syafakumullah untuk semua yang lagi sakit.
Semoga Allah angkat sakit dan menggugurkan dosa kita :)
Aamiin
Publisher: FK - 14.28

Rabu, 26 November 2014

anonymous

Bismillahirrahmanirrahim.
Semoga besok baikan ya dear :)

Semoga Allah juga mengampuni dosa - dosaku ke kamu :)

Kamu..
Iya!
Kamu..
Kamu yang duduk dihadapan komputermu.
Kamu yang pernah terjebak jahilnya blog ini.

Semoga selalu yang terbaik untuk kamu..

Semoga Allah memberikan kebaikan untukmu :)

*kenapa do'ainnya untuk "kamu" aja? Karena aku yakin, do'a yang baik, juga berlaku untukku*
Publisher: FK - 18.12

Nano - nano hari ini

Manis asem asin, rame rasanya.

Tetep wajib banget mengucap "Alhamdulillahirobbil 'alamin".
Dari pagi mata bengkak.
Siang ketawa - ketawa.
Sore nahan tangis gara - gara random sendiri.
Sore nangis gara - gara TA.
Dilanjut ketawa gara - gara kelakuan orang kantor.

Yeah.
Saya selalu percaya, Allah selalu memberikan segala sesuatu diwaktu yang tepat.

Kalaupun kadang saya "harus sakit", yasudah, mungkin itu yang terbaik bagi Allah untuk membuktikan sesuatu.

Tinggal bagaimana sudut pandang kita menangkap mana yang baik untuk kita. Karena pembuktian itupun bisa punya banyak sudut pandang.

Kalau menanggapi masalah saya hari ini, saya sendiri sudah punya puluhan sudut pandang tentang diri saya sendiri.

  1. Saya perempuan cerewet, kalau kesel update status yang aneh - aneh.
  2. Saya berusaha menyemangati diri saya sendiri yang kala itu sedang down. Membuat pengharusan untuk diri sendiri.
  3. Saya jahat karena bisa jadi malah bikin orang lain sakit hati
  4. Saya baik karena setidaknya, kalau orang lain sakit hati, dia berfikir tentang apa yang sudah dia lakukan. 
  5. Saya membantu orang berfikir tentang apa yang dilakukannya. Kalau baik ya nggak akan merasa apa - apa, kalau nggak baik pasti ngerasa tersindir.
  6. Saya kalau galau dan gamang suka "sok" menyibukkan diri sendiri.
  7. Saya kalau lagi emosi, berusaha mengalihkan energi menjadi lebih bermanfaat.
  8. Saya kalau lagi emosi suka grusak - grusuk.
  9. Saya suka linglung. Dan kalau linglung, suka ngelucu
Dan banyak sudut pandang lainnya.

So, kebaikan itu dilihat darimana kita memandangnya.
Yang pasti, selalu ada kebaikan orang lain yang tak terlihat dan luput dari mata kita. Terutama saya. Sehingga kadang rasanya, saya sudah banyak memberikan sesuatu kepada orang lain. Tapi orang lain tak pernah setidaknya menghargai apapun itu.

Itu sudut pandang yang amat salah. Sudut pandang emosi yang memang seharusnya tidak untuk dibagi.

Alhamdulillah.
Terima kasih Allah, untuk hari yang luar biasa. Yang selalu Engkau anugerahkan untukku.
Publisher: FK - 18.07

Obat hati

Saya termasuk orang yang percaya bahwa "sakit" demi kebaikan orang lain adalah kebaikan.

Kebaikan itu memang menyakitkan.
Tiada tipu daya apapun.
Tiada kedok.
Tiada make up tebal berlebih.
Tiada yang disembunyikan.

Bukankah sakit yang tidak diketahui (tidak terasa) biasanya lebih berbahaya?
Dibandingkan sakit yang kita bisa rasakan, karena dokterpun tau harus bagaimana penanganan terbaiknya.

Kalau tidak sakit?
Dokter pun tak tau ada apa.
Bisa - bisa sudah terlambat, kita sudah hancur, tidak bisa diselamatkan.

Jadi?
Seperti yang Allah bilang.
Setiap sakit itu ada obatnya.
Allah yang menurunkan rasa sakit, Allah pula yang menurunkan obatnya.
Publisher: FK - 17.47

heal the world

Keep calm
Stay Focus
Don't let anything break us into a pieces

If it have to be,
Let it be "Only Allah" who can break us into a pieces.
And let Him re-make our heart
Let Him make us better than before

Forgive everything,

And..

Istighfar!

Let yourself do a self healing.
Publisher: FK - 17.42

don't!

Jangan berikan aku kesempatan untuk cemburu. Jangan berikan aku alasan untuk melakukannya.
Publisher: FK - 10.27

Selasa, 25 November 2014