Rabu, 08 Februari 2012

Filled Under: ,

roti buaya vs buaya darat

Share
yups..
dari judulnya aja udah bikin cukup menjawab apa yang mau dibahas disini
sebenarnya, saya juga bingung
mau nulis apa,
dan tiba - tiba
inget hewan lucu bernama "buaya"
lucu kan??
jangan liat gambar yang ini aja, ntar image buaya jadi menyeramkan
*RAWWRRRRRRRR
oke, jangan kebanyakan intermezzo..
pertama, mari kita pelajari filosofi "ROTI BUAYA"
saya mengenal roti buaya pertama kali di lagu jaman dulu -entah judulnya apa, pokoknya ada roti buayanya- dan baru tau belakangan ini kalau ternyata itu salah satu "seserahan" yang wajib dibawa untuk pernikahan adat betawi.
pernah dulu iseng, karena gak tau, minta oleh2 sama temen yang orang jakarta roti buaya.. -saya emang ga pernah makan sih,jadi pengen tau- dan tiba2 dia bilang, "bisa berabe kalau bawa terus dikasih ke kamu, ntar dikiranya mo ngapain lagi" dan akhirnya saya langsung googling -sok keren bahasanya- dan menemukan faktanya roti buaya..

konon katanya -cieile kayak pelem indo**ar aja- buaya ini hewan yang setia lhoo..!! *kok bisa?
filosofinya adalah karena buaya itu hewan yang langgeng sama pasangannya. Sehingga roti buaya itu perlambang kelanggengan pasangan pernikahan. Mungkin ini sudah diteliti oleh nenek moyang kita dulu yah. Jadi kalau mau langgeng, perumpamannya seperti buaya itu.
-percaya??coba buktikan sendiri!!- hahaha

sekarang yang bikin bingung, kenapa hewan setia ini digunakan untuk menyebut -maaf- "laki - laki'" yang gak setia?yang sukanya nemplok sana nemplok sini -kayak cicak aje nemplok- #kenapa logat saya jadi logat betawi? omo..>_<

-kembali ke pembahasan- konon katanya juga, buaya itu suka diam-diam, lalu tiba2 menyerang mangsanya. Buaya itu pandai mengatur trik sedemikian rupa, berpura-pura, sehingga menipu korbannya. Buaya berlama-lama merendamkan tubuhnya di air, diam dan tidak bergerak mengamati calon mangsanya, sementara yg muncul ke permukaan air hanya matanya saja yg kelihatan.

Jadi kalau ada lelaki yang suka berpura-pura, pandai menipu, sedemikian rupa menggaet calon korbannya, akhirnya disamakan dengan buaya. Karena lelaki tidak hidup di dalam air seperti buaya yang bisa hidup di darat dan di air, maka laki-laki diibaratkan buaya yang hidup di darat, jadinya buaya darat -hayoloh, kasian banget -_-"

ada perumpamaan yang lumayan bikin ngakak juga nih
kalau di air jadi buaya, kalau di darat jadi laki-laki.
hmm.. kasian banget lah ya, kaum adam..
padahal kan gak semua laki - laki *pake backsound lagu Meggy Z
kalau kata kak Ramdani di training, "gak semua laki - laki buaya, ada cicak, ada kadal"

dan banyak lagi filosofi menggunakan nama hewan imut ini -_-"

oke..
semoga tulisan saya gak makin "GJ"-jadi inget nama laptop orang-haha

<3
-nfk

1 comments:

  1. hahahaha,,,,
    kadang gua ngerasa aneh juga ma para cewek klo lagi ngatain para cowok dengan sebutan buaya,,,,
    buaya nurut merekah lebih ke playboy,padahal buaya itu setia,,,
    saya juga termotivasi ama hidupnya buaya yang gak ganti2 pasangan,yang hnya setia pada satu pasangannya saja,,,,,

    BalasHapus

Komentarnya yaa teman - teman