Sabtu, 04 Juni 2011

Filled Under: ,

Upacara pernikahan [adat surakarta]

Share
  1. Lamaran
  2. Persiapan Pernikahan
  3. Upacara Siraman
  4. Upacara Midodaren
  5. Upacara Ijab
  6. Pawai
Hmm..
lagi terinspirasi buat nulis tentang upacara pernikahan adat daerah yang ada di indonesia..
entah lagi ada angin apa, atau ada gerangan apa, pengen aja nulis ini.. ^_^

dimulai dari yang paling pertama..
Lamaran
Keluarga calon mempelai pria mendatangi (atau mengirim utusan ke) keluarga calon mempelai perempuan untuk melamar putri keluarga tersebut menjadi istri putra mereka. Pada acara ini, kedua keluarga jika belum saling mengenal dapat lebih jauh mengenal satu sama lain, dan berbincang-bincang mengenai hal-hal yang ringan. Biasanya keluarga dari calon mempelai perempuan yang mempunyai hak menentukan lebih banyak, karena merekalah yang biasanya menentukan jenis pernikahannya:
  • Paes Agung yaitu pernikahan agung
  • Paes Kesatriyan yaitu pernikahan jenis ksatria yang lebih sederhana
Jika lamaran diterima, maka kedua belah pihak akan mulai mengurus segala persiapan pernikahan.
 Seorang janda yang akan dinikahi harus diajak bermusyawarah dan bila seorang gadis maka harus seijinnya (persetujuannya), dan tanda persetujuan seorang gadis ialah diam (ketika ditanya). (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

 *subhanallah...
kapan yaa??
kalau udah diterima lamarannya...
masuk ke persiapan pernikahan ^_^ 
persiapan yang biasanya..
ada nentuin undangan, pesta - pestanya..
sampe yang detail..

 *contoh undangan pernikahan
 #yummy.. makanannya..
 gaun pernikahannya.. *kapan ya??
 Dekorasi pelaminan #saya rasa ini bagus
 undangan lainnya.. #saya suka model yang ini
 yang terpenting : rias pengantin :p
Habis selesai persiapan..
masuk ke upacara SIRAMAN

entah.. saya juga bingung ini ngapain aja..
tapi katanya wikipedia sih :

Acara yang dilakukan pada siang hari sebelum Ijab atau upacara pernikahan ini bertujuan untuk membersihkan jiwa dan raga. Siraman biasanya dilakukan di kamar mandi atau taman keluarga masing-masing dan dilakukan oleh orang tua atau wakil mereka.
Ada tujuh Pitulungan atau penolong (Pitu artinya tujuh)- biasanya tujuh orang yang dianggap baik atau penting - yang membantu acara ini. Airnya merupakan campuran dari kembang setaman yang disebut Banyu Perwitosari yang jika memungkinkan diambil dari tujuh mata air dan melambangkan kehidupan. Keluarga pengantin perempuan akan mengirim utusan dengan membawa Banyu Perwitosari ke kediaman keluarga pengantin pria dan menuangkannya di dalam rumah pengantin pria.
Acara siraman diawali oleh orang tua dan ditutup oleh Pemaes yang kemudian dilanjutkan dengan memecahkan kendi.
Banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum acara dimulai:
  • Tempat air dari perunggu atau tembaga yang berisi air dari tujuh mata air.
  • Kembang setaman yaitu bunga-bunga seperti mawar, melati, cempaka, kenanga, yang ditaruh di air.
  • Aroma lima warna yang digunakan sebagai sabun.
  • Sabun cuci rambut tradisional dari abu dari merang, santan, dan air asam Jawa.
  • Gayung yang berasal dari kulit kelapa sebagai ciduk air.
  • Kursi yang dilapisi tikar, kain putih, dedaunan, kain lurik untuk tempat duduk pengantin selama prosesi berlangsung.
  • Kain putih untuk dipakai selama upacara siraman.
  • Baju batik untuk dipakai setelah uparaca siraman.
  • Kendi.
  • Sesajian
Sesajian merupakan hal yang dianggap penting dalam upacara Jawa. Sesajian untuk siraman terdiri dari berbagai macam sajian:
  • Tumpeng Robyong, nasi kuning dengan hiasan-hiasan.
  • Tumpeng Gundhul, nasi kuning tanpa hiasan.
  • Makanan seperti ayam, tahu, telur.
  • Buah-buahan seperti pisang dan lain-lain.
  • Kelapan muda.
  • Tujuh macam bubur.
  • Jajanan seperti kue manis, lemper, cendol.
  • Seekor ayam jago
  • Lampu lentera
  • Kembang Telon - tiga macam bunga (kenanga, melati, cempaka).
Urut-urutan acara siraman adalah sebagai berikut:
  • Pengantin pria / perempuan dengan rambut terurai keluar dari kamarnya diiringi oleh orang tuanya masing-masing.
  • Pengantin tersebut berjalan menuju tempat siraman.
  • Beberapa orang berjalan di belakang mereka membawa baju batik, handuk, dan sebagainya.
  • Pengantin tersebut duduk di kursi dan memanjatkan doa.
  • Sang ayah memandikan sang pengantin, disusul oleh sang ibu.
  • Sang pengantin duduk dengan kedua tangan diletakkan di depan dalam posisi berdoa.
  • Mereka menuangkan air ke atas tangannya dan sang pengantin berkumur tiga kali.
  • Lalu mereka menuangkan air ke atas kepalanya, muka, telinga, leher, tangan dan kaki masing masing tiga kali.
  • Setelah orang tua menyelesaikan prosesi siraman disusul oleh empat orang lain yang dianggap penting.
  • Orang terakhir yang memandikan sang pengantin adalah Pemaes atau orang lain yang dianggap spesial. Sang pengantin dimandikan dengan sabun dan shampo (secara simbolik).
  • Setelah itu acara pecah kendi yang dilakukan oleh ibu pengantin perempuan.
  • Sang pengantin akan mengenakan baju batik kemudian diiringi kembali ke kamar pengantin dan bersiap siap untuk acara Midodaren
 Hadeeehhhh...
panjang banget kan??
 tau gak gambar di atas perempuannya lagi ngapain??
itu upacara midodareni 
what is that ??

Acara ini dilakukan pada malam hari sesudah siraman. Midodaren berarti menjadikan sang pengantin perempuan secantik dewi Widodari. Pengantin perempuan akan tinggal di kamarnya mulai dari jam enam sore sampai tengah malam dan ditemani oleh kerabat-kerabatnya yang perempuan. Mereka akan bercakap-cakap dan memberikan nasihat kepada pengantin perempuan.
Orang tua pengantin perempuan akan memberinya makan untuk terakhir kalinya, karena mulai besok ia akan menjadi tanggung jawab suaminya.

bingung kan??
baca lengkapnya di wikipedia sendiri yaa :P
naaahhhh
ini dia yang paling ditunggu :
IJAB KABUL
Ijab atau ijab kabul adalah pengesahan pernihakan sesuai agama pasangan pengantin. Secara tradisi dalam upacara ini keluarga pengantin perempuan menyerahkan / menikahkan anaknya kepada pengantin pria, dan keluarga pengantin pria menerima pengantin wanita dan disertai dengan penyerahan emas kawin bagi pengantin perempuan. Upacara ini disaksikan oleh pejabat pemerintah atau petugas catatan sipil yang akan mencatat pernikahan mereka di catatan pemerintah. 

so swit kan yaa...
 kalau saya ditanya..
mau pake adat jawa atau adat mana??
saya mau konsultasi dulu.. atau seenggaknya diskusi dulu sama si "fulan" yang jadi pendamping saya..
yang pastinya gak menurunkan nilai dan arti dari sebuah pernikahan.. ^_^
hehehehe..

*unconditionally love
-nfk

7 comments:

  1. wah.. kek nya udah udah siap nikah neh.... ^_^

    BalasHapus
  2. walaahhh...
    ini cuma iseng - iseng aja ka abdul ^_^
    nanti saya posting dari daerah lain juga..haha

    BalasHapus
  3. gak iseng juga gak pp... hehehe..

    Pesen daerah sunda, Jawa (yogyakarta), Garut, Ciamis, dan Kalimantan (Banjar Baru...(ini penting))... ^_^

    BalasHapus
  4. walaaahhhh..
    sunda udah ada kak..
    yogya, ntar yaa..
    garut, ciamis *bukannya sama aja sunda2 juga??
    banjar baru??
    kakak orang banjar baru?? atau calonnya orang banjar baru?? atau 22nya banjar baru??
    hahahaha *peacelah kak

    oiya adat minang juga udah ada ^_^

    BalasHapus
  5. oya.. lupa garut,ciamin mah urang sunda...
    hehehe
    bukan.. bukan orang banjar baru..
    hm... ada saja... hehehe.. ^_^..

    lanjutkan...
    semangat...

    BalasHapus
  6. *hadeeehhhh... -_-"
    okelah..
    aku cari dulu ya kak.. :D

    BalasHapus
  7. WOW Keren nie artikernya
    Sambil baca artikel ini, Aku numpang promosi deh !
    Agen Bola, Bandar Bola Online, Situs Taruhan Bola, 7meter

    BalasHapus

Komentarnya yaa teman - teman