Minggu, 19 Juni 2011

Filled Under:

sesal

Share
dan ketika semua terkesiap..
aku hanya bisa memandang sambil terpaku..
dan kemudian menunduk malu..
merasakan betapa lemahnya diri ini..
betapa bodohnya jiwa ini..
betapa angkuhnya hati ini..
perlahan - lahan..
tapi pasti..
rasa bersalah menggerogoti hati..
marah pada diri sendiri..
atas kebodohan dan keangkuhan yang masih saja terulang hingga saat ini..
mau sampai kapan??
hanya introspeksi tanpa perubahan berarti..
hanya maju selangkah setelah mundur tiga langkah..
bukankah memilukan??
sangat memilukan mungkin..
ketika sudah tidak ada lagi kemampuan lidah untuk berbicara..
apa yang akan kau jadikan saksi bagus untuk membelamu nanti??
untuk membela di pengadilan akhirat..
ketika lidah terkunci..
dan kata, sudah terhapuskan..
hanya tangan..
hanya kaki..
hanya bagian tubuh lain yang memiliki kesempatan..
bukankah menyedihkan, jika tangan ini berkata hal apa saja yang dia lakukan..
tidak akan ada kesempatan untuk bohong..
silahkan saja kalau bisa..
karena kenyataannya tak akan bisa, dan takkan ada kesempatan..
mungkin kita bisa menyesal..
tapi..
bukan nanti..
saat ini adalah saat yang paling tepat menyesalinya..
sebelum masa dimana sesal takkan diterima..
sebelum masa dimana taubat ditolak..
 :D

-nfk

0 comments:

Poskan Komentar

Komentarnya yaa teman - teman