Selasa, 21 September 2010

Filled Under: , , ,

Marah vs Wudhu

Share
Entah ini yang keberapa kalinya saya tiba2 marah (kesel doank sih) sama kakak kakak dan sahabat2 saya..
Yaaa...
mungkin ini bukan hal asing lagi dalam keseharian mereka..
coba saja tanyakan mereka satu persatu..
apa yang sering terjadi pada saya..
1 kata "ngambek"..
bahkan mungkin ada yang bilang "nangis"
nah loooo...
salah satu bukti bahwa ada suatu hormon yang menyebabkan keterlambatan pendewasaan sikap saya..*halah apa ini??nyalahin hormon lagi

kalau secara harfiah*bahasa apa lagi ini??
mungkin saya masih harus belajar mengontrol emosi saya..
*dari dulu belajar terus tapi gak berubah2..
nahhh...
what happend with me??

jawabannya akan di ulas disini..

nah setelah banyak - banyak mengintrospeksi diri..
ternyata alasan saya ngambek adalah
1. rasa tidak nyaman
saat sedang berkumpul atau membicarakan sesuatu terkadang muncul rasa jenuh tiba2 yang tersimpan dalam hati.. jika dituntut untuk terus berada dalam situasi seperti itu, otak akan bekerja lebih untuk menurunkan panas di hati.. namun jika kerja otak sudah maksimal dan hati masih juga merasa tak nyaman, keluarlah semua yang ada di hati hingga ngambek pun tercipta..

yaaa..
saya akui., saya cepat bosan dengan keadaan sekitar.. entah saya menghendakinya atau tidak, jika saya merasa bosan sejak awal di jamin sulit menemukan mood baik..
hhehe

salah satu peredamnya adalah WUDHU..
ketika wudhu bahkan mungkin saya bisa menitikkan air mata saking menyesalnya dengan perlakuan saya sebelumnya..
ketika membasuh muka ini, ingat ketika bermuka masam di depan mereka disebabkan ego saya yang sedang tinggi.
ketika membasuh mulut ini yang senantiasa berkata "terserah kalian deh, aku pulang" dengan nada marah..
ketika membasuh kepala ini yang senantiasa berfikiran negatif..
ketika membasuh kaki ini yang meninggalkan mereka yang mungkin bingung dengan sikapku..
Ya Allah..
semuanya menyumbang 1 dosa untukku..
hiks..hiks...
tapi setelah wudhu..
jujur aku merasa lebih tenang..
ketika shalat pun aku menangis mengingat semua keburukan pada mereka..

Ya Allah..
maafkan hambamu yang sering tak bisa memutuskan dengan akal sehat dan hanya mengikuti nafsu sesaat..

ketika shalat pun..
terkadang aku masih belum menyapa mereka..
why??
bukan aku masih marah..
tapi aku malu pada mereka..
malu atas sikapku pada mereka..
aku pun hanya diam.. dan mungkin berfikir keras..
sudah berulang kali aku lakukan ini...

Ya Allah..
tapi aku beruntung..
mereka semua justru semakin mengerti akan diriku..
mereka mengajariku untuk berubah..
selalu mengingatkanku untuk menjadi lebih baik..
meskipun mungkin sulit untuk mengubah mind set ku yang notabene anak manja..

Thank's buat semua temen2 fosma..
Thanks buat abangku. tetehku, dan saudara2ku..

0 comments:

Posting Komentar

Komentarnya yaa teman - teman