Rabu, 01 Desember 2010

Filled Under: , ,

kedua kalinya..!![teguran]

Share

hei [antum] yang mengirimkan saya sms..!!
kedua kalinya anda membuat saya menangis gara2 sms [antum] yang menurut saya kelewatan..
dan saya hanya mendapatkan jawaban "untuk saling mengingatkan"
=SUNGGUH MENGAGUMKAN=

[antum] sungguh baik ya sama saya, sampai bisa- bisanya mengirim sms yang isinya jelas - jelas secara eksplisit ditujukan kepada 1 orang.. YA, ITU SAYA..!!

at least, [antum] mencoba meminta maaf secara langsung..!!
tapi jujur, =SAYA KAGUM= [antum] hanya meminta maaf melalui sms..!! -attitude yang baik ya-

apa [antum] tak pernah berfikir seperti apa yang [antum] smskan pada saya? "kata yang keluar dari lidah yang diciptakan oleh Allah, telah membuat sayatan luka di hati seseorang" sadar gak [antum] kalau kata - kata [antum] yang [antum] keluarkan melalui sms juga ternyata menyakitkan??

-terlalu berlebihan?-
apa [antum] berfikir seperti itu?
siapa yang berlebihan? *please, look at yourself first..!!
sikap [antum] yang berlebihan..

saya tau saya salah sama [antum]..!!
banyak sekali mungkin..!!

[antum] tau gak rasanya di cuekin??
siapa yang manggil siapa, siapa yang dicuekin siapa??
bahkan seperti dianggap tak ada..!!
sakit rasanya..!!
antara ada dan tiada..
kenapa??
takut sama orang?
toh [antum] gak cuma sama saya..!!
tapi kenapa sikap [antum] seolah gak menganggap saya ada?
tau gitu mending saya pergi..!!

[antum] bilang.. "kamu juga seperti itu"
afwan ya akhi..
saya gak akan cuek sama orang, kecuali orang itu yang terus2an cuekin saya..!!
-kejahatan ga boleh dibalas kejahatan-

apa sms [antum] bukan kejahatan?
bukan dzalim namanya?
-i appreciate to you-

saya hanya ingin mengungkapkan apa yang saya rasakan selama beberapa bulan terakhir dengan [antum]..
saya bingung..
jujur, saya bingung..
apa kesalahan saya, sehingga [antum] bersikap seperti itu pada saya?
saya memang ga ada inisiatif untuk tanya sama [antum] karena saya memang paling malas kalau membahas hal itu..!!
tapi semakin lama semakin gerah..
[antum] terus seperti itu,.
dan mungkin tak ada itikad baik dari [antum] untk merubah sikap [antum]..!!

seharusnya siapa yang sedih?
saya atau [antum]?

sudahlah..
percuma bicara sama [antum]
[antum] gak akan mengerti dan gak akan bisa mengerti..
[antum] tetap lebih memikirkan "nama" [antum] di depan banyak orang..!!

2 comments:

Komentarnya yaa teman - teman