Senin, 21 Maret 2011

Filled Under: ,

tentang bintang utara

Share
dari keheningan malam yang menyelimuti..
sekadar berbisik, mengurai kata rindu..
tak lagi kulihat engkau..
duhai bintang utara..
kau yang selalu terang..
menerangi gelapnya malamku..
tak pernah terdengar kata sesal..
kau selalu ada..
menjadi penerang malamku..
sekalipun gelap hatimu..
tak terelakkan lagi untuk kau menangis..
kau selalu tegar..
kau selalu kuat..
tak pernah kau titikkan air mata itu..
kau selalu jadi penerang..
untukku..
untuk mereka..
untuk semuanya..
duhai bintang utara..
mungkin engkau sedang lara..
karena tingkah dan polahku yang keterlaluan..
dan selalu tak ada alasan..
untuk menjelaskan semua ini..
duhai bintang utara..
marahkah engkau??
sedihkah engkau??
sakitkah engkau??
makilah aku jika itu membuatmu reda..
biar kugantikan sedih dan sakitmu..
karena semua rindu padamu..
duhai bintang utara..
rindu ini masih memaksaku..
untuk terus memandang langit..
untuk sekadar melihatmu..
dan mencari dirimu..
duhai bintang utara..
kenapa kau malu?
menampakkan dirimu pada semua..
aku iri..
aku tersindir..
batinku terhenyak..
ketika kau hilang..
semua rindu padamu..
semua mencarimu..
dan aku??
aku juga mencarimu..
bahkan untuk sekadar mendengarkan celotehku..
duhai bintang utara..
aku ingin belajar..
bagaimana menjadi dirimu..
yang tak selalu dilihat orang
tapi memiliki tempat di hati orang - orang
aku ingin mengetahui
bagaimana kau bisa jalani semua ini
dengan segala keterbatasanmu
tanpa mengurangi kemampuanmu
duhai bintang utara..
aku janji..
jika aku melihatmu lagi..
kau akan tau..
kau akan lihat..
aku yang baru..
aku yang bisa menyembuhkan luka hatiku..
dan bisa menyingkirkan semua dukaku..

-nfk-

0 comments:

Posting Komentar

Komentarnya yaa teman - teman